{"id":1424,"date":"2024-07-24T10:34:46","date_gmt":"2024-07-24T03:34:46","guid":{"rendered":"https:\/\/rankpillar.com\/?p=1424"},"modified":"2024-07-24T10:58:48","modified_gmt":"2024-07-24T03:58:48","slug":"pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/","title":{"rendered":"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Juga Cara Mengoptimasinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat navigasi sebuah website menjadi lebih mudah digunakan oleh para pengunjung, tentu saja akan berpengaruh pada kenyamanan pengguna. Tentu saja, hal ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan juga memberikan manfaat untuk para pengunjung dan pengguna website. Salah satu cara membuat navigasi agar lebih mudah bisa dengan memanfaatkan SEO taxonomy.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1425 aligncenter\" src=\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg\" alt=\"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Cara Mengoptimasinya\" width=\"598\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-18x10.jpg 18w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1.jpg 960w\" sizes=\"(max-width: 598px) 100vw, 598px\" \/><\/p>\n<h2><strong>Apa Itu SEO Taxonomy?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengetahui apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">taxonomy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> SEO, penting bagi Anda untuk mengetahui apa arti dari taksonomi itu sendiri. Taksonomi merupakan cara untuk mengklasifikasi dengan menggunakan perhitungan atau pertimbangan tertentu. Jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">taxonomy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> SEO merupakan sebuah sistem yang bisa dipakai untuk melakukan klasifikasi terhadap konten, pada sebuah website atau banyak juga disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">site taxonomy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan tujuan agar pengunjung lebih mudah mengunjungi halaman website Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SEO <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">taxonomy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga erat kaitannya dengan struktur URL website. Di mana struktur ini digunakan untuk melakukan klasifikasi URL website, sesuai dengan konten yang ada di dalamnya meski struktur url bukanlah acuan untuk mengorganisir konten website. Masih ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk membangun taksonomi website misalnya dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">internal link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pentingnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">taxonomy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi sebuah SEO adalah berpengaruh pada pengunjung website untuk melakukan interaksi di website tersebut. Jadi bisa dibayangkan ketika taksonomi disajikan dengan jelas, maka para pengunjung dapat mengakses berbagai fasilitas yang ada di dalam website.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ketika taksonomi yang disajikan rumit dan kurang jelas, maka akan mempersulit para pengguna website. Mereka jadi sulit untuk melakukan navigasi dan cenderung beralih ke halaman website lainnya. Sistem taksonomi yang baik dapat membuat pengunjung nyaman sehingga membuat mesin pencari lebih mudah untuk melakukan pembacaan dan pemahaman, terhadap isi konten website Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini tentu Anda bisa menyimpulkan bahwa taxonomy SEO punya peran yang penting bagi website karena dapat mempermudah pembaca dan mencari menemukan konten Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Jenis-jenis SEO Taxonomy<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui apa itu SEO <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">taxonomy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan pentingnya taksonomi yang baik untuk sebuah SEO, wajib paham apa saja jenis-jenis dari taksonomi yang biasa dipakai.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Flat Taxonomy<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Taksonomi ini merupakan suatu sistem taksonomi yang paling sederhana karena hanya akan dibagi menjadi beberapa bagian dengan hierarki yang sama jadi semuanya berada di bagian top level. Biasanya taksonomi kategori ini banyak digunakan untuk website yang skalanya kecil, dimana tidak terlalu banyak jenis konten yang disajikan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Hierarchical Taxonomy<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ini merupakan taksonomi yang dapat memperlihatkan sistem hierarki dalam sebuah website. Di mana taksonomi ini dapat memberikan urutan dari konten yang disajikan mulai dari yang paling umum sampai yang paling spesifik.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Facet Taxonomy<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Facet Taxonomy adalah jenis taksonomi yang dapat membantu untuk membuat struktur dan navigasi website dengan beberapa kategori berbeda. Bahkan konten yang Anda sajikan bisa dimasukkan ke dalam berbagai kategori berbeda pula. Adapun taksonomi jenis ini bisa dipakai untuk menemukan konten dengan kategori tertentu agar lebih mudah. Tergantung pula dengan atribut yang dipilih.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1426 aligncenter\" src=\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/138498-1-300x226.jpg\" alt=\"Jenis-jenis SEO Taxonomy\" width=\"602\" height=\"454\" srcset=\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/138498-1-300x226.jpg 300w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/138498-1-768x578.jpg 768w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/138498-1-16x12.jpg 16w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/138498-1.jpg 1000w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/p>\n<h2><strong>Cara Mengoptimalkan SEO Taxonomy<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar Anda lebih mudah untuk mengoptimalkan taksonomi pada SEO, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Riset Topik dan Keyword<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan riset topik terlebih dahulu. Lakukan riset topik ataupun kata kunci dapat lebih mudah untuk membuat taksonomi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Buat Taksonomi Sederhana<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya, Anda bisa coba membuat taksonomi secara sederhana dengan jenis yang paling mudah dipahami dan digunakan oleh para pengguna. Namun meski membuat taksonomi sederhana, tetap harus memuat berbagai fungsi dan pembagian yang dibutuhkan oleh sebuah website.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Menyiapkan Ruang untuk Kategori Baru<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sebuah website sudah semakin maju dan konten berkembang, maka kemungkinan akan ada perubahan pada taksonomi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk menyediakan ruang yang cukup jika suatu hari butuh menambahkan kategori baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sangat penting bagi Anda untuk menambahkan taksonomi yang dapat mempermudah pengunjung dan sekaligus tetap terbuka untuk berbagai perkembangan dan perubahan pada website.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Struktur URL Website Jelas<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut yang perlu Anda lakukan adalah dengan memastikan bahwa struktur URL dalam website jelas dan mudah dipahami. Hal ini untuk membuat hubungan hierarki tergambarkan dengan baik, agar tidak menyebabkan masalah teknis pada website di kemudian hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Gunakan Content Silo<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Content Silo bisa Anda manfaatkan untuk mengelompokkan konten. Istilah satu ini mungkin masih cukup asing untuk beberapa orang, namun merupakan teknik mendasar dalam menjalankan SEO. Content Silo sendiri merupakan metode dalam SEO untuk mengelompokkan konten website berdasarkan kesamaan topik atau kata kunci yang relevan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Silo dibangun dengan mengelompokkan konten yang berhubungan atau punya kesamaan pembahasan menjadi struktur hierarki yang di setiap levelnya akan dihubungkan dengan internal link.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang tentu Anda sudah tahu pentingnya SEO <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">taxonomy, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk membuat navigasi sebuah website jadi semakin baik demi kenyamanan para pengunjung<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki taksonomi yang tepat dan jelas serta tetap sederhana, membantu pengunjung dan mesin pencari untuk menavigasi Website Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1427 aligncenter\" src=\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/9245940-1-300x200.jpg\" alt=\"Cara Mengoptimalkan SEO Taxonomy\" width=\"599\" height=\"399\" srcset=\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/9245940-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/9245940-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/9245940-1-18x12.jpg 18w, https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/9245940-1.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 599px) 100vw, 599px\" \/><\/p>\n<p>Optimalkan website bisnis Anda dengan memperhatikan SEO Taxonomy. Taksonomi website akan membantu para pengguna dan mesin pencari dalam memahami navigasi website Anda dan tentunya berdampak pada performa bisnis Anda.<\/p>\n<p>Agar website bisnis Anda memiliki taksonomi yang SEO-Friendly, Anda bisa konsultasi dengan tim SEO Rankpillar. Kami menyediakan <a href=\"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/seo-service\/consultation\/\">jasa konsultasi SEO<\/a> yang handal dan berpengalaman dalam menangani website bisnis, sehingga bisa berdampak pada performa website bisnis Anda di halaman teratas Google.<\/p>\n<p>Rankpillar juga menyediakan\u00a0<a href=\"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/seo-service\/content-creation\/\">jasa content creation<\/a> yang berpengalaman dalam pembuatan konten artikel SEO-friendly yang informatif dan tentunya relevan dengan bisnis Anda untuk pemasaran di dunia digital.<\/p>\n<p>Anda juga bisa memanfaatkan\u00a0<a href=\"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/seo-service\/off-page\/\">layanan SEO Off Page<\/a>. Layanan ini membantu menyusun rencana dan strategi yang tepat agar performa website bisnis Anda popular dan kredibel di mata Google dan pengguna. Tunggu apa lagi? Segera nikmati layanan kami dan dapatkan hasil yang terbaik.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membuat navigasi sebuah website menjadi lebih mudah digunakan oleh para pengunjung, tentu saja akan berpengaruh pada kenyamanan pengguna. Tentu saja, hal ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan juga memberikan manfaat untuk para pengunjung dan pengguna website. Salah satu cara membuat navigasi agar lebih mudah bisa dengan memanfaatkan SEO taxonomy. Apa Itu SEO Taxonomy? Sebelum mengetahui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-1424","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-seo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Cara Mengoptimasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"SEO Taxonomy memudahkan para pengunjung dan mesin pencari dalam memahami navigasi website. Apa itu sebenarnya? Bagaimana cara optimasinya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"zh_CN\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Cara Mengoptimasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SEO Taxonomy memudahkan para pengunjung dan mesin pencari dalam memahami navigasi website. Apa itu sebenarnya? Bagaimana cara optimasinya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rankpillar\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-24T03:34:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-24T03:58:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Erry Setiawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"\u4f5c\u8005\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Erry Setiawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"\u9884\u8ba1\u9605\u8bfb\u65f6\u95f4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 \u5206\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Erry Setiawan\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/d0817ba8062cfe973b4b677b70af5208\"},\"headline\":\"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Juga Cara Mengoptimasinya\",\"datePublished\":\"2024-07-24T03:34:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-24T03:58:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/\"},\"wordCount\":886,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg\",\"articleSection\":[\"SEO\"],\"inLanguage\":\"zh-Hans\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/\",\"url\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/\",\"name\":\"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Cara Mengoptimasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-24T03:34:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-24T03:58:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/d0817ba8062cfe973b4b677b70af5208\"},\"description\":\"SEO Taxonomy memudahkan para pengunjung dan mesin pencari dalam memahami navigasi website. Apa itu sebenarnya? Bagaimana cara optimasinya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"zh-Hans\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"zh-Hans\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/rankpillar.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Juga Cara Mengoptimasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/rankpillar.com\/\",\"name\":\"Rankpillar\",\"description\":\"Jasa Digital Marketing\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/rankpillar.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"zh-Hans\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/d0817ba8062cfe973b4b677b70af5208\",\"name\":\"Erry Setiawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"zh-Hans\",\"@id\":\"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc301e54d3b51770acc3b5b9d7aacfda529779dd2ef524de52652b2a54135348?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc301e54d3b51770acc3b5b9d7aacfda529779dd2ef524de52652b2a54135348?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Erry Setiawan\"},\"url\":\"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/author\/erry\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Cara Mengoptimasinya","description":"SEO Taxonomy memudahkan para pengunjung dan mesin pencari dalam memahami navigasi website. Apa itu sebenarnya? Bagaimana cara optimasinya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/","og_locale":"zh_CN","og_type":"article","og_title":"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Cara Mengoptimasinya","og_description":"SEO Taxonomy memudahkan para pengunjung dan mesin pencari dalam memahami navigasi website. Apa itu sebenarnya? Bagaimana cara optimasinya?","og_url":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/","og_site_name":"Rankpillar","article_published_time":"2024-07-24T03:34:46+00:00","article_modified_time":"2024-07-24T03:58:48+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Erry Setiawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"\u4f5c\u8005":"Erry Setiawan","\u9884\u8ba1\u9605\u8bfb\u65f6\u95f4":"6 \u5206"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/"},"author":{"name":"Erry Setiawan","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/d0817ba8062cfe973b4b677b70af5208"},"headline":"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Juga Cara Mengoptimasinya","datePublished":"2024-07-24T03:34:46+00:00","dateModified":"2024-07-24T03:58:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/"},"wordCount":886,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg","articleSection":["SEO"],"inLanguage":"zh-Hans","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/","url":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/","name":"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Cara Mengoptimasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg","datePublished":"2024-07-24T03:34:46+00:00","dateModified":"2024-07-24T03:58:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/d0817ba8062cfe973b4b677b70af5208"},"description":"SEO Taxonomy memudahkan para pengunjung dan mesin pencari dalam memahami navigasi website. Apa itu sebenarnya? Bagaimana cara optimasinya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"zh-Hans","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"zh-Hans","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#primaryimage","url":"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg","contentUrl":"https:\/\/rankpillar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/seo-taxonomy-1-300x169.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/pentingnya-memahami-seo-taxonomy-dan-juga-cara-mengoptimasinya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/rankpillar.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pentingnya Memahami SEO Taxonomy dan Juga Cara Mengoptimasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/#website","url":"https:\/\/rankpillar.com\/","name":"Rankpillar","description":"Jasa Digital Marketing","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/rankpillar.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"zh-Hans"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/d0817ba8062cfe973b4b677b70af5208","name":"Erry Setiawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"zh-Hans","@id":"https:\/\/rankpillar.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc301e54d3b51770acc3b5b9d7aacfda529779dd2ef524de52652b2a54135348?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc301e54d3b51770acc3b5b9d7aacfda529779dd2ef524de52652b2a54135348?s=96&d=mm&r=g","caption":"Erry Setiawan"},"url":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/author\/erry\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1424"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1424\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1437,"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1424\/revisions\/1437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rankpillar.com\/cn\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}